Kota Jepara, kota yang dikenal dengan keindahan pantai berpasir putih. Selain itu, kota ini pun dikenal sebagai salah satu penghasil mebel ukiran terbaik yang masih eksis hingga saat ini. Mebel dari Kota Ukir telah tersebar ke berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Amerika Serikat merupakan salah satu penikmat besar hasil karya mebel Jepara. Setiap tahun, Kota Jepara mengekspor beragam hasil karyanya guna memenuhi kebutuhan pasar internasional. Nilai ekspor terhadap produk Jepara juga terus meningkat setiap tahunnya. Namun, adakah dalam bayangan, sejak kapan Kota Jepara mahsyur dengan seni ukir dan produk mebelnya?

Perkembangan Mebel Jepara

mebel antik jepara

Layaknya cerita rakyat pada umumnya, Seni Ukir Jepara pun membawa legendanya tersendiri. Konon, menurut kisah, seni ukir awalnya muncul akibat ketidaksengajaan seorang pelukis sekaligus pengukir yang diterbangkan oleh sang raja atas murkanya. Dia pun menjatuhkan alat ukir tepat di bagian Kota Jepara sekarang berada. Selain legenda, ada kisah yang telah tercatat dalam sejarah dan menghantarkan Mebel Jepara sebagai mebel ukir terbaik.

  • Sultan Hadlirin dan Ratu Kalimanyat

Masjid Mantingan dan makam Sultan Hadlirin merupakan salah satu bentuk sejarah dari ornamen ukiran zaman dulu. Keberadaannya pun masih dapat dilihat oleh masyarakat di abad ke 21. Pada mulanya, ada sekelompok pengukir di belakang kerjaan. Karya ukir pun hanya terkhusus untuk keluarga kerajaan. Namun, pada masa Ratu Kalimanyat, kelompok seni ukir terus berkembang. Meskipun masih dalam produk yang terbatas.

  • Raden Ajeng Kartini

Setelah sekian waktu berlalu, R.A. Kartini pun hadir. Tidak hanya dikenal sebagai pahlawan emansipasi wanita, beliau juga merupakan salah satu penggerak agar seni ukir Jepara pada masa it uterus berkembang. Pada masa ini, perajin seni ukir mulai merambah ke peti jahitan, meja kecil, figura-figura, tempat perhiasan, tempat rokok, dan beragam jenis lainnya. Hasil karya pun dikumpulkan pada Institusi Oost en West. Oleh R.A. Kartini, hasil karya perajin dijadikan souvenir saat ke luar negeri. Dari sinilah bermula kancah internasional mulai mengenal mebel Jepara.

  • Openbare Ambachtsschol

Saat dunia mulai mengenal hasil karya Kota Ukir, pesanan pun meningkat pesan dan beragam. Kebutuhan atas perajin pun semakin meningkat seiring kebutuhan agar permintaan pasar dapat terpenuhi. Tepat pada 1 Juli 1929, didirikanlah Openbare Ambachtsschol sebagai sekolah kejuruan pertukangan pertama. Berdirinya sekolah ini pun menghantarkan pada produk yang kian beragam, seperti tempat tidur, meja rias, mimbar dan beragam furniture lain.

  • Masa Kini

Saat ini, sudah mulai banyak dan berkembang sekolah seni kerajinan dan pertukangan. ISI dan ITB merupakan salah satu universitas yang turut membuka kelas kerajinan dan pertukangan. Produk mebel Jepara pun semakin beragam, hampir seluruh furniture dan mebel sudah dapat diproduksi dengan berbagai pilihan, baik dari kayu,ukiran maupun bentuk.

22 meja TV Kayu jati asli minimalis desain

Mebel Jepara terus bertransformasi seiring berkembangnya jaman. Salah satu cara yang dilakukan oleh perajin adalah dengan pemberian grade pada produk. Munculnya permintaan pasar pada range harga tertentu membuat pembagian grade, terdiri dari A, B, dan C sebagai grade terendah. Grade ini ada tanpa menghilangkan keunikan ukiran yang merupakan ciri khas dari produksi kota ukir sendiri. Hasil akhir mebel dengan tekstur halus pada permukaan dan warna merata juga tetap diunggulkan. Sehingga kesan elegan dan artistik tetap dapat ditonjolkan, dalam ruangan minimalis sekalipun.